Ibadah Yang Dimasuki Riya’

ant

Hukum ibadah yang dimasuki riya’ ini dapat di tinjau dari tiga keadaan :

1. Riya’ yang muncul sebelum ibadah.

Maka bila orang tersebut tidak berupaya menghilangkannya, ibadahnya menjadi batal, namun bila dia meluruskan kembali niatnya sebelum beribadah hal tersebut tidak merusak ibadah.

2. Riya’ yang muncul ditengah ibadah.

Bila dia berupaya melawan riya’ tersebut maka tidak berpengaruh pada ibadahnya namun jika riya’ tersebut terus berlangsung sampai akhir ibadah maka dirinci dari sisi jenis ibadahnya.

  • Bila ibadahnya satu paket maka seluruh ibadahnya batal.

Contoh : Orang yang riya’ dengan bacaan qur’annya ketika solat sampai selesai maka solatnya batal

  • Bila ibadahnya tidak satu paket maka yang batal adalah ibadah yang ada riya’nya.

Contoh : Seorang bersedekah Rp 10.000,- dengan tulus dan ikhlas setelah mendapat sanjungan orang lain pada kesempatan selanjutnya dia bersedekah Rp 100.000,- karena ingin pujian orang, maka sedekah pertama sah dan yang kedua batal.

3. Riya’ yang muncul setelah ibadah selesai.

Maka hal ini tidak merusak ibadahnya, namun yang perlu diwaspadai adalah ibadah berikutnya jangan sampai riya’ tersebut merasukinya.


—————–
Faidah dari Ustadz Abu Sufyan Sedayu hafizhahullah, disadur dari kitab Al Qoulul Mufiid Syarah Kitab Tauhid oleh Asy Syaikh Al Utsaimin rahimahullah dan Jami’ul Ulum wal Hikam milik Ibn Rojab Al Hambaly rahimahullah.

Sumber >> Grup WhatsApp Salafy Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: