Syaithan Lari Ketika Adzan, Tapi Hadir Ketika Shalat

masjid2

Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad Al Imam hafizhahullah ketika ditanya “Mengapa syaithan lari ketika mendengarkan adzan dan iqamah, tetapi hadir ketika masuk shalat?”

Maka beliau menjawab :

Dalam riwayat Bukhari (608) dan Muslim (389) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ

“Jika dikumandangkan adzan untuk shalat, maka larilah syaithan dan dia memiliki kentut agar dia tidak mendengarkan adzan.” [1]

Adzan memiliki wibawa yang sangat agung karena di dalamnya diumumkan tentang keesaan Allah subhanahu wa ta’ala. Secara umum, orang-orang yang mengumandangkan adzan itu selamat dari riya’. Demikian pula ketika dia sedang mengumandangkan adzan, dia selamat dari waswas sehingga syaithan tidak menemukan jalan untuk memasukkan waswas pada muadzin tersebut dan larilah syaithan. Dia lari menghindar dan meremehkan adzan serta menyibukkan diri dengan selain adzan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :


حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ

“Sehingga dia (syaithan) tidak mendengarkan adzan.”

Adapun kehadiran syaithan di saat shalat, berkata Ibnul Jauzi rahimahullah :
“Adzan itu memiliki wibawa yang sangat agung sehingga syaithan merasa sangat terganggu dengan sebab adzan tersebut karena hampir-hampir tidak ada riya’ atau kelalaian ketika seseorang mengumandangkan adzan. Berbeda halnya dengan shalat, karena sesungguhnya jiwa itu hadir dalam shalat dan syaithanpun membuka pintu-pintu waswas.” [Fahtul Al Manan, 2/530-531]


————-
[1] Lafazh lengkap haditsnya :


إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى

“Jika panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka syaithan akan lari sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan telah selesai maka syaithan akan kembali. Dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali berlari, dan jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, lalu menyelinap masuk kepada hati seseorang seraya berkata, ‘Ingatlah ini dan itu’. Dan terus saja dia melakukan godaan ini hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya.”


Sumber : Kitab أحكام التعامل مع الجن وآداب الرقى الشرعية karya Syaikh Abu Nashr Muhammad Al Imam, edisi terjemahan “Hukum Berinteraksi Dengan Jin & Tuntunan Ruqyah Syar’i” penerbit Pustaka Ats Tsabat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: