Apakah Sistem Kerajaan Arab Saudi Termasuk Sunnah?

Pertanyaan :
Apakah sistem pemerintahan di Arab Saudi yang monarki sesuai dengan sunnah? Tolong jelaskan secara garis besar sistem pemerintahan yang sesuai dengan sunnah!

Jawaban oleh Ustadz Muhammad bin ‘Umar as Sewed hafizhahullah :
Sistem pemerintahan maksudnya apanya? Turun temurunnya?

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membiarkan para sahabat untuk bermusyawarah, dengan memberikan isyarat-syarat. Yang mewakilkan imam shalat adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, kemudian menjanjikan kepada seorang wanita nanti kalau datang kalau beliau tidak ada, maka temui Abu Bakar. Sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan Abu Bakar tapi tidak memilih. Tidak mengatakan kalau beliau mati, wasiatnya Abu Bakar yang menjadi khalifah, tidak ada seperti itu. Tapi sudah ada isyarat-isyarat, sehingga begitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, mereka musyawarah dan Abu Bakar lah yang menjadi khalifah.

Begitu Abu Bakar wafat, Abu Bakar memberikan wasiat, dan ‘Umar bin Khaththab lah yang menggantikan.

Begitu ‘Umar wafat, ‘Umar berbeda laig dari yang awal (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar). Ketika ditanya “Bagaimana ya ‘Umar, engkau tidak memberikan wasiat?” ‘Umar menjawab “Kalau aku memberikan wasiat, telah memberi wasiat orang yang lebih baik daripada ku (yaitu Abu Bakar). Dan kalau aku tidak memberi wasiat, telah tidak memberi wasiat orang yang lebih baik daripada ku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).” Kemudian dia memilih syuro 6 orang untuk dipilih salah satunya dan dimusyawarahkan antara 6 orang tersebut.


Beda-beda semua, ini menunjukkan semuanya boleh (yaitu cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar & ‘Umar) cara memilih yang ini dan yang itu, sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sunnah Khulafa’ ar Rasyidin. Yang penting dia adalah orang yang layak, yang bisa untuk pemimpin, memiliki kemampuan untuk itu dan syarat-syaratnya lengkap. Sehingga kalau Abu Bakar mau mewasiatkan “Saya liat anak saya itu, saya percaya betul dia bisa megang kekuasaan, saya kasihkan anak saya.” Lalu kenapa? kalau rakyatnya setuju, melihat ini khalifah memberikan wasiat.


Jadi ini ada 3 macam cara, yaitu seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian seperti Abu Bakar dan seperti ‘Umar. Dan ini adalah sunnah Rasul dan sunnah Khulafa’ ar Rasyidin.


________________
Link download rekaman :  [download]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: