Kesempurnaan Qishash dalam Syari’at Islam di Antara Yahudi & Nashrani

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa di antara tujuan pengutusan beliau adalah kesempurnaan akhlaq yang mulia dan pekerti yang baik. Kami akan memberikan sebuah contoh, yaitu dalam permasalahan qishash.

Ahlul ilmi tentang masalah qishash menyebutkan, kalau seseorang berbuat kejahatan terhadap seseorang yang lain, apakah dia mengambil qishash terhadapnya atau tidak?

 ‘

Mereka menyebutkan bahwa qishash pada syariat orang-orang yahudi adalah perkara yang mesti, tidak bisa tidak, tidak ada pilihan bagi para korban kejahatan terhadapnya.

Sedangkan perkara itu dalam syariat orang-orang nashrani sebaliknya, yaitu wajib untuk memaafkan.

Namun syariat kita datang dengan sempurna dari dua sisi. Di dalamnya ada qishash dan ada pemaafan.

Karena menghukum orang yang berbuat jahat sesuai dengan kejahatannya akan menyempitkan dan mencegah kejelekan, sedangkan dalam pemaafan terhadapnya ada perbuatan baik dan kebajikan serta kedermawanan yang baik terhadap orang yang engkau maafkan.

Sehingga syariat kita datang menyempurnakan -dan segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala-, memberikan pilihan kepada orang yang berhak untuk memaafkan atau untuk menghukum, agar dia memaafkan pada tempat untuk memaafkan dan menghukum pada tempat untuk menghukum.

Dan ini tidak diragukan,  

lebih utama daripada syariat orang-orang yahudi yang menghilangkan hak para korban kejahatan untuk memaafkan yang di dalamnya ada kemaslahatan bagi mereka,

dan lebih utama daripada syariat orang-orang nashrani yang menghilangkan hak para korban kejahatan juga, syariat itu mewajibkan kepada mereka untuk memaafkan padahal kadang kemaslahatan itu berada dalam menghukum dan memberikan hukuman. [1]

___________________

[1] Makaarimul Akhlaaq hal 10-11 karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah. Disadur dari Bimbingan Islam.

One Comment to “Kesempurnaan Qishash dalam Syari’at Islam di Antara Yahudi & Nashrani”

  1. Sayangnya,sekarang ini pemimpin Muslim hampir semua latah,dan berhujjah atas nama HAM,maka hukum qishash dianggap melanggar HAM,disadari atau tidak oleh mereka,mereka telah menganggap Allah bodoh dan keliru menetapkan pada Hambanya Syari’at Qishash,tapi sesungguhnya mereka itulah yang bodoh,akantetapi mereka tidak sadar……!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: