Kepedulian Ulama Terhadap Para Penuntut Ilmu

Asy Syaikh Salim At Tawil pernah bercerita bahwa dulu ada sekelompok penuntut ilmu dari Somalia yang belajar di Madinah, di tengah malam datang kepada salah seorang ulama Madinah. Mereka mengadukan keadaan rekan-rekan mereka yang sedang berdakwah di Somalia.

Rekan-rekan mereka ini akan dihukum mati subuh besok oleh pemerintah Somalia atas kejahatan yang tidak pernah mereka lakukan. Mungkin ada yang hasad atau tidak suka dengan dakwah salafiyah sehingga menyebabkan mereka difitnah dan akan dihukum mati.

Alhasil, ulama Madinah tersebut menyarankan mereka untuk menelpon Asy Syaikh bin Baaz di Kota Riyadh, mungkin Asy Syaikh Bin Baaz punya solusi untuk permasalahan mereka ini.

Pukul 01.00 dini hari. Mereka pun akhirnya berhasil menelpon Asy Syaikh bin Baaz yang ketika itu menjadi Mufti Kerajaan Saudi Arabia dan menceritakan keadaan rekan mereka di Somalia. Asy Syaikh ternyata mengenal para dai yang akan dihukum mati tersebut, di antara mereka adalah murid-murid beliau. Akhirnya Asy Syaikh pun menenangkan dan meminta mereka menunggu.

Tahu apa yang dilakukan oleh Asy Syaikh Bin Baaz?

Saat itu juga beliau menelpon Pangeran Abdullah. Waktu itu Pangeran Abdullah masih menjadi putra mahkota, belum menjadi Raja Saudi Arabia. Rajanya masih Raja Fahd bin Abdil Aziz Al Su’ud –Allahu yarhamuh-. Ketika itu yang mengangkat telepon adalah pengawal Pangeran Abdullah, “Maaf ya syaikh, putra mahkota sudah tidur.”


Asy Syaikh bin Baaz berkata, “Tolong dibangunkan karena ada masalah yang sangat penting.”

Pengawal Pangeran Abdullah kembali berkata, “Tapi Syaikh, putra mahkota sudah tidur.”

Asy Syaikh bin Baaz lalu berkata, “Kalau begitu aku akan ke sana.”

Pengawal putra mahkota menjadi tidak enak, “Jangan ya syaikh. Baiklah biar kami bangunkan beliau.”

Akhirnya Asy Syaikh pun terhubung dengan putra mahkota dan menceritakan perihal para dai yang terancam hukuman mati tersebut kepada beliau.

Tanpa menunggu lama. Pangeran Abdullah pun langsung menelpon Presiden Somalia, membicarakan kondisi para dai yang akan dihukum mati tersebut.

Lalu apa yang terjadi?

Amnesti. Pemerintah Somalia langsung memberikan amnesti kepada para dai yang tidak bersalah tersebut. Mereka pun batal dihukum mati.


Sekitar pukul 02.00 dini hari. Asy Syaikh Bin Baaz menelpon langsung para pelajar Somalia mengenai berita gembira tersebut.

– Selesai –

Kisah yang begitu mengesankan bukan? Atau mungkin lebih tepatnya mengagumkan. Begitu besar perhatian para ulama kepada para penuntut ilmu dan dai ilallah.

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala merahmati Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah, dan seluruh ulama sunnah atas inayah, perhatian mereka kepada umat dan juga kepada para da’i ilallah dan penuntut ilmu secara khusus. Dan semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Raja Abdullah dan menjaga beliau agar senantiasa berada di atas kebenaran dan keadilan.


Wallahu a’lam bishshawab. [1]

_______________

[1] Status Facebook dari Al Akh Wira Mandiri Bachrun hafizhahullah (Penuntut Ilmu di Darul Hadits Syihr Yaman, markiz Asy Syaikh ‘Abdullah bin Mar’i Al Adeni hafizhahullah).

One Comment to “Kepedulian Ulama Terhadap Para Penuntut Ilmu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: