Menghiasi Diri dengan Apa yang Tidak Dimiliki

‘Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata,

وَمَنْ تَزِيْنُ بِمَا لَيْسَ فِيْهِ، شَانَهُ اللهُ

“Barangsiapa yang menghias-hiasi dirinya dengan apa yang tidak ia miliki, maka Allah akan memburukkan dirinya.”

Di pelajaran Hilyah Thalibil ‘Ilmi, ketika menjelaskan ucapan ‘Umar tersebut, guru kami Fahd Al Adeni hafizhahullah menceritakan sebuah kisah :

Ada seorang pemuda yang berlagak seolah-olah dia memiliki ilmu. Datang ke sebuah kampung di negeri Yaman dengan penampilan seorang penuntut ilmu. Penduduk kampung tersebut menyambut si penuntut ilmu dengan antusias. Mereka bergembira karena akhirnya hadir juga di kampung mereka seseorang yang akan mengajari mereka ilmu. Si pemuda ini pun dijamu dengan istimewa.

Hari pertama salah seorang penduduk memintanya untuk membuka pelajaran.

Si pemuda menjawab, “Nanti insya Allah, sabar.”

Hari kedua berlalu, lalu sampai di hari ketiga beberapa orang penduduk bertanya kepada si pemuda tentang beberapa permasalahan fiqih.

Si pemuda dengan enteng menjawab,

“Perkara ini hukumnya demikian dan demikian.”

“Perkara ini tidak mengapa untuk dilakukan.”

Dan seterusnya.

Ternyata salah seorang penduduk memiliki wawasan agama yang lumayan. Dia menemukan “keanehan” dalam jawaban-jawaban si pemuda. Dia berkata, “Maaf, tentang perkara yang anda perbolehkan tadi bukankah ada hadits yang melarang demikian dan demikian?”

Dengan pongah si pemuda menjawab, “Hadits itu didhoifkan oleh guru kami.”

Orang tersebut tidak menyerah, dia terus mendesak, “Tapi ada hadits lain yang melarang perkara tersebut, haditsnya demikian dan demikian!”

Si pemuda tak berilmu ini mulai merasa terdesak, dia menjawab dengan jawaban yang sama, “Ee… Hadits itu juga didhoifkan oleh guru kami.”

Ternyata orang tersebut tidak mau menyerah, dia terus mendesak, “Tapi apa yang Anda sampaikan tersebut bertentangan dengan ayat Al Quran yang bunyinya demikian dan demikian!”

Si pemuda yang panik karena terus didesak pun akhirnya menjawab, Ayat ini didhoifkan oleh guru kami…

Akhirnya terbongkarlah kedok si pemuda, tak ada ilmu yang dia punya. Akhirnya dia pun dipersilahkan untuk keluar dari kampung tersebut.

Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

Nas’alullah salamah wal ‘afiyah. Kita mohon kepada Allah agar menjauhkan kita dari sifat di atas, menampilkan diri di depan manusia dengan apa yang sebenarnya tidak kita miliki.

Ingatlah ucapan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu,

وَمَنْ تَزِيْنُ بِمَا لَيْسَ فِيْهِ، شَانَهُ اللهَ

“Barangsiapa yang menghias-hiasi dirinya dengan apa yang tidak ia miliki, maka Allah akan memburukkan dirinya.”

_____________________

Maroji’ :

  1. Status Facebook dari Al Akh Wira Mandiri Bachrun hafizhahullah (Penuntut Ilmu di Darul Hadits Syihr Yaman, markiz Asy Syaikh ‘Abdullah Al Mar’i hafizhahullah).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: