Seandainya Para Muslimah yang Berdemo Itu Tau

Ada yang membolehkan keluarnya para muslimah untuk berdemo di jalan berdalilkan dengan keluarnya ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam Perang Jamal yang ketika itu beliau ingin mendamaikan kaum muslimin. Namun sayangnya mereka tidak mengetahui apa yang terjadi setelah perang tersebut.

Seandainya mereka para muslimah mengetahui alasan mengapa Ummul Mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menolak untuk dimakamkan di kamarnya bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentunya mereka akan malu untuk melakukan aksi-aksi mereka di jalan.

Imam Adz-Dzahabi berkata, “Kemudian dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengurungkan keinginannya agar jenazahnya dimakamkan di kamarnya bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ismail bin Abi Khalid meriwayatkan dari Qais, ia bercerita bahwa tatkala ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menyampaikan keinginannya agar jenazahnya dimakamkan di kamarnya, ia berkata, “Sesungguhnnya aku telah melakukan satu kesalahan sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itu, kuburkanlah aku bersama dengan istri-istri beliau yang lain.”

Maka Aisyah radhiyallahu ‘anha pun dikuburkan di pemakaman Baqi’ (letaknya di sebelah timur Masjid Nabawi).

Imam Adz Dzahabi berkata, “Kesalahan yang dimaksud ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah keikut sertaannya dalam perang Jamal. Aisyah radhiyallahu ‘anha sangat menyesal dengan penyesalan yang amat dalam dan bertaubat atas kesalahan tersebut. Bahwasanya ia melakukannya karena ta’wil dan hanya mengharap kebaikan sebagaimana ijtihad Thalhah bin Abdullah,  Zubair bin Awwam dan sahabat lainnya.” (Siyar A’lam An-Nubala’ 2/193)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Minhajjus Sunnah (6/129) mengatakan, Aisyah juga menyesal karena ikut berangkat ke Basrah, dan tiap kali ia mengingat kejadian tersebut, ia menangis hingga air matanya membasahi kerudungnya. Demikian pula Thalhah yang menyesal karena mengira bahwa dirinya kurang maksimal dalam membela Utsman dan Ali, selain dengan cara itu. Zubair pun juga menyesal karena berangkat pada saat Perang Jamal”.

Beliau juga mengatakan, “Aisyah sebenarnya tidak ikut perang, dan tidak berangkat untuk berperang. Ia hanya berangkat dengan maksud mendamaikan kaum muslimin, dan mengira bahwa keikut sertaannya akan mendatangkan maslahat bagi kaum muslimin. Akan tetapi kemudian ia sadar bahwa yang lebih baik ialah bila dirinya tidak berangkat. Sehingga tiap kali ia mengingat keberangkatannya ke Perang Jamal, iapun menangis hingga kerudungnya basah oleh air mata. Demikian pula seluruh sahabat yang tergolong assaabiquunal awwaluun. Mereka menyesali keterlibatan mereka dalam perang saudara, Thalhah, Zubeir, dan Ali semuanya menyesali hal tersebut. Tragedi Perang Jamal benar-benar diluar dugaan mereka, dan mereka sama sekali tidak punya niat untuk berperang.” (Minhajjus Sunnah 4/170)

Tambahan faidah dari Syaikh Shalih As Suhaimi (Pengajar di Masjid Nabawi) yang disampaikan oleh Ustadz Qomar Su’aidy hafizhahumallah ketika menjelaskan hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ

Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalanan.”

فَقَالُوا : مَا لَنَا بُدٌّ إِنَّمَا هِيَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا

Para shahabat berkata, “Sesungguhnya kami perlu duduk-duduk untuk berbincang-bincang.”

قَالَ : فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا

Beliau berkata, “Jika kalian tidak bisa melainkan harus duduk-duduk, maka berilah hak jalan tersebut.”

قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ

Mereka bertanya, “Apa hak jalan tersebut, wahai Rasulullah?”

قَالَ : غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الْأَذَى وَرَدُّ السَّلَامِ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ

Beliau menjawab, Menundukkan pandangan, tidak mengganggu orang, menjawab salam, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” [1]

Beliau berkata :

“Ini dalil menunjukkan haramnya berdemonstrasi. Sekarang yang terjadi bukan lagi duduk di pinggir jalan akan tetapi berdiri di tengah jalan, padahal duduk-duduk di pinggir jalan saja dilarang. Dan bagaimana mereka akan menunaikan hak jalan seperti menundukkan pandangan, dalam keadaan ikhtilat (campur baur laki-laki dan wanita), apakah dengan cara menutup mata? Belum lagi menghilangkan gangguan, justru mereka mengganggu orang lain karena jalan-jalannya digunakan untuk berdemonstrasi.” [2]

_____________________

[1] HR Bukhari Muslim dalam Shahih keduanya.

[2] Faidah dari perjalanan umrah asatidzah. [download]

12 Komentar to “Seandainya Para Muslimah yang Berdemo Itu Tau”

  1. Hehehe… Maksa banget mengkaitkan dalilnya…. Coba baca kitab lebih banyak lagi biar argumenya lebih kuat…

    Monggo kalau ada argumen kuat yang memerintahkan wanita untuk berdemo, dituliskan di sini aja mas ^^

    • mungkin yang dimaksud maksa itu, bukan karena ada dalil yang membolehkan wanita untuk berdemo, tapi menyesalnya Aisyah tsb bukan karena beliau keluar rumah, melainkan karena beliau pernah berniat memerangi Ali bin Abu Thalin, wa Alahu a’lam

      • tuduhan yang keji menuduh aisyah ingn memerangi ali bin abi tholib,.padahal mereka hanya akan mendamaikan kaum muslimin,..tapi sayang didalam tubuh kaum muslimin sebagian sudah pada kena hasutan abdullah bin saba’ yang membuat pecah peperangan,.dan dalam perang itu jelas mereka yang terkena hasutan abdullah bin saba’ mengincar aisyah untuk dibunuh,.akan tetapi karena aisyah berada dalam gubuk yang diletakan pada onta maka panah onta hanya menancap pada gubuknya,.dan banyak sahabat yang gugur dalam melindungi asisyah,.yah kejadian itulah kaum muslimin sadar telah di adu domba oleh yahudi yang bernama abdullah bin saba’

  2. Akhi izin copas y..barakallahu fiik..
    jazakallahu khayran

    silakan akh, wajazakallahu khayran

  3. juga kebanyakan jalan di blokir hanya untuk acara pesta. semoga mereka baca tulisan ini.

  4. Jazakumullahu khairan…

    wajazakallahu khairan

  5. Assalamualikm ijin share.. baarokallahufik

    Wa’alaykumussalam warahmatullah, silakan akhy, wafiik barakallah

  6. Faidah yang sangat bermanfaat mas. Allohu yubarik fik…

    Tambahan: di alinea 2 tertulis ‘Ummahatul mu`minin’. Mungkin yang benarnya ‘Ummul mu’minin’ karena cuma satu orang…
    Allohu a’lam…

    ow na’am akhy, jazakallahu khairan koreksinya

  7. padahal serendah2nya keimanan seseorang menyingkirkan rintangan di jalan,,,,ini malah……masyallah

  8. subhanallah, faidah yang jarang terungkap!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: