Peran Penguasa dan Ulama dalam Suatu Negara

Umar bin Khattab berkata :

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْزِعُ بِالسُّلْطَانِ مَالاَيَنْزِعُهُ بِالْعُلَمَاءِ

“Seseungguhnya Allah mencabut kemungkaran melalui tangan penguasa apa-apa yang tidak bisa dicabut melalui tangan para ulama.” [1]

Sebab terkadang para ulama menegur, menyampaikan & menjelaskan sesuatu, namun hal tersebut sebatas dalam penyampaian saja. Akan tetapi kalau penguasa, mereka mempunyai hak merubah dengan tangan. Sehingga banyak hal yang bisa dilakukan oleh penguasa yang tidak bisa dilakukan oleh ulama.

Oleh karena itu tanda tegaknya negara dan kebahagiaan manusia adalah dengan baiknya dua golongan dari ummat. Yaitu dengan baiknya penguasa dan baiknya para ulama. Jika dua golongan itu bersatu dalam kebaikan maka itu adalah tanda kebaikan bagi ummat. Namun jika keduanya berpisah atau rusak di antara keduanya, maka itu adalah tanda kejelekan bagi ummat. [2]

Dan juga hendaknya kita selalu mendoakan kebaikan bagi para penguasa kita, supaya dapat tercipta sebagaimana kondisi di atas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al Imam Ahmad : “Andai kami memiliki doa yang mustajab (dikabulkan), sungguh akan kami tujukan doa tersebut bagi penguasa.” [3]

Allohu a’lam

_________________________

[1] Tafsir Al Qur’anul Azhim, Ibnu Katsir.

[2] Penjelasan dari Ustadz Dzulqarnain.

[3Majmu’ Al-Fatawa, 28/391.

Maroji’ :

  1. Kajian Kitabul ‘Ilmi karya Abu Khaisamah Zuhair An Nasa’i bersama Ustadz Dzulqarnain hafizhahullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: