Perkuat Hafalanmu dengan Menulisnya

Seseorang di dalam mengikuti sebuah kajian, tentunya ingin mendapatkan faidah dari kajian yang dia ikuti tersebut. Dia tidak ingin terlewatkan dari faidah-faidah yang disampaikan oleh gurunya. Sehingga berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan faidah dari kajian tersebut. Ada yang dengan cara menulis, menghafal, ada juga yang dengan cara merekam. Namun cara yang ketiga ini, yaitu dengan menggunakan alat perekam, hendaknya dibarengi dengan menulis, karena jika hanya dengan merekamnya saja tanpa menulis apalagi tanpa menghafal, dengan maksud akan memuroja’ahnya di kemudian hari dari hasil rekaman tersebut. Jika waktunya padat, terkadang seseorang lalai untuk memuroja’ahnya, sehingga rekaman-rekaman kajian tersebut menjadi menumpuk begitu banyak yang di dalamnya banyak faidah yang belum dia dapatkan.

Dan jangan sampai terjadi seperti apa yang orang katakan dengan istilah JipingNgaji Kuping” yaitu seseorang yang datang ke majelis ilmu, namun setelah pulang dari majelis ilmu tersebut, dia tidak ingat lagi apa yang dijelaskan oleh sang guru tadi. Dia hanya mendengar saja, tanpa menghafal dan menulis.

Sehingga hal-hal yang perlu disiapkan ketika hendak menghadiri majelis ta’lim, diantaranya adalah :

  • Buku tulis
  • Alat tulis
  • Alat perekam (bila perlu) –> Digunakan untuk merekam semua perkataan guru dalam kajian tersebut, hal ini sangat dibutuhkan karena tidak semua perkataan guru dapat kita catat dikarenakan terlalu cepatnya sang guru dalam berbicara. Sehinggga diperlukan untuk memuraja’ah lagi sewaktu-waktu.

Adanya catatan atau alat tulis serta buku tulis merupakan bekal seorang penuntut ilmu untuk memperoleh ilmu.

Para imam juga di dalam mengambil ilmu dari seorang guru ada 3 cara :

  • Ada yang menghafal saja tidak menulis sama sekali.
  • Ada yang menulis saja tidak menghafal, setelah selesai majelis dia cocokkan tulisannya dengan tulisan gurunya atau dia bacakan di hadapan gurunya,  atau dengan dicocokkan dengan murid-murid lain yang hadir di majelis tersebut.
  • Ada yang menulis sekaligus menghafal,  seluruh yang mereka dengar di majelis tersebut segera mereka hafal, setelah selesai majelis, apa yang mereka dengar di majelis tersebut mereka tulis semua. [1]

Dan yang paling digunakan oleh para imam adalah cara yang ketiga, dikarenakan seseorang dalam menghafal diiringi dengan menulis akan lebih mengokohkan hafalannya.

Rasulullah shallallaahu ‘ alaihi wa sallam bersabda,

Ikatlah ilmu dengan tulisan.” [2]

Tujuannya agar ilmu yang disampaikannya tidak hilang dan terus tertancap diingatannya setiap kali ia mengulangi pelajarannya. Karena daya tangkap atau kemampuan menghafal dan memahami pelajaran berbeda antara satu orang dengan yang lain-nya. Selain itu, dengan mencatat pelajaran ia dapat memahami dan menghafalkannya.

Imam Asy Syafi’i berkata  dalam sya’irnya :

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ
Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya

قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ
Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً
Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang

وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ
Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja

Sudah capek-capek hadir ke majelis ta’lim, masa’ mau menyia-nyiakan faidah yang disampaikan oleh sang guru, hehe.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham darinya…” [3]

Dalam hadits tersebut Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berdo’ a kepada Allah agar Dia memberikan cahaya pada wajah orang-orang yang mendengar, memahami, menghafal, dan mengamalkan sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Maka, kita pun diperintahkan untuk menghafalkan pelajaran-pelajaran yang bersumber dari Al-Qur-an dan hadits-hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Berkata penyair :

Hafalan itu pengkhianat, ketika dibutuhkan tidak muncul, tapi ketika tidak dibutuhkan malah muncul.

Berkata pula Ustadzuna Syafi’i hafizhahullah :

Hafalan itu terkadang menjadi pengkhianat, ketika dibutuhkan tidak muncul, tapi ketika tidak dibutuhkan malah muncul. Maka ikatlah ilmu dengan mencatatnya, yang akan membantu  kita ketika hafalan tadi berkhianat.

Allohu a’lamu bish showab

__________________

[1] Penjelasan dari Al Ustadz Dzulqarnain.

[2] Hadits ini diriwayatkan secara marfu’ dan mauquf. Di antara perawi yang meriwayatkannya secara marfu’ adalah Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Taqyiidul Ilmi, karya Yusuf Al-’Isy hal. 69, Al-Hakim, 1/106 dengan judul:Qayyiduu Al-’Ilma. Saya bertanya, “Bagaimana cara mengikatnya.” Beliau menjawab, “Tulislah.” Al-Albani berkata : “Hadits ini diriwayatkan secara marfu’ kepada Nabi shallallhu ‘alaihi wasallam dan tidak shahih. Diriwayatkan pula dalam buku Takhrijul ‘Ilmi karya Ibnu Abi Khaitsamah no. 120, tetapi beliau menshahihkan hadits ini dengan jalannya dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 2026 dan hadits ini mauquf, yang ditakhrij oleh Al-Hakim, 1/106. Ath-Thabrani mentakhrij dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, dari Anas, 1/246. Al-Haitsami berkata : “Rijalnya adalah rijal yang shahih.” Lihat Al-Majma’,1/152, dan riwayatnya dishahihkan oleh Al-Hakim dari ‘Umar bin Khattab dan Anas radhiyallahu ‘anhum, serta dishahihkan pula oleh Adz-Dzahabi dari perkataan Anas, Al-Mustadak, 1/106.

[3] Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2658), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu.

Maroji’ :

  1. Kajian Kitabul ‘Ilmi karya Abu Khaisamah Zuhair An Nasa’i bersama Ustadz Dzulqarnain hafizhahullah.
  2. Kajian Kitab Tanbihul Hasan fii Mauqifil Muslim minal Fitan karya Syaikh Muhammad Al Imam, bersama Ustadz Syafi’i hafizhahullah.
  3. Syadzarat fi Fadhlil Ilmi wa Ahlih wa Maa Yanbaghi An Yakuuna ‘Alaihi Tholabatuh, Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin Al Abbad.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: