Pengertian Kata “Barokah”

Sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama, ُاَلْبَرَكَة Al Barakah adalah kebaikan yang banyak lagi tetap.

Mereka mengembalikan pada pecahan katanya. Kata ini berasal dari kata ُاَلْبِرْكَة Al Birkah yang secara bahasa bermakna مَجْمَعُ الْمَاء tempat tergenangnya air (kolam air). Kolam yang merupakan tempat tergenangnya air merupakan tempat yang luas, airnya banyak dan tetap.

Jadi ُاَلْبَرَكَة Al Barakah (keberkahan) adalah kebaikan yang banyak dan tetap pada sesuatu, baik harta, anak maupun ilmu.

Segala sesuatu yang Allah berikan kepadamu, maka engkau memohon kepada-Nya agar dikaruniakan keberkahan di dalamnya. Karena jika Allah tidak memberikan keberkahan pada hal-hal yang telah Dia berikan kepadamu, maka engkau akan terhalang untuk memperoleh banyak kebaikan.

Betapa banyak orang yang memiliki harta yag melimpah, tapi ia tergolong pada deretan orang-orang miskin, kenapa? Karena mereka tidak bisa mengambil manfaat dari limpahan harta yang mereka miliki. Ia tidak memberikan nafkah secara baik kepada keluarga dan juga pada dirinya dan ia tidak bisa mengambil manfaat dari hartanya. Orang yang keadaannya seperti itu sering kali bersikap bakhil dari kewajiban yang seharusnya ia tunaikan. Maka Allah akan menimpakan berbagai kejelakan yang dapat menghabiskan hartanya.

Banyak orang yang mempunyai anak yang banyak, namun anak-anaknya itu tidak memberikan kemanfaatan kepadanya, sehingga mereka berbuat durhaka dan sombong kepada bapaknya. Sampai-sampai anaknya itu duduk-duduk bersama teman-temannya selama berjam-jam, berbincang-bincang dan senang bergaul dengan mereka, menceritakan rahasia kepadanya. Akan tetapi jika duduk bersama bapaknya, maka ia bagaikan seekor burung yang terkurung di dalam sangkarnya, wal ‘iyadzubillah.

Ia tidak berlaku ramah kepada bapaknya, tidak berbincang-bincang dengannya, tidak menceritakan rahasia kepadanya sedikitpun, sampai ia merasa berat untuk melihat bapaknya. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak diberkahi pada anak-anaknya.

Adapun keberkahan dalam hal ilmu, maka engkau dapati bahwa sebagian orang telah diberi Allah ilmu yang banyak, namun kondisinya seperti orang-orang awwam yang tidak tampak pengaruh ilmu pada dirinya, baik dalam hal ibadah, akhlaq, perilaku dan muamalah dengan sesamanya. Ia memperoleh ilmu tersebut lantaran sikap sombong dan congkak terhadap manusia serta meremehkan mereka. Orang ini tidak mengetahui bahwa yang telah memberikan karunia ilmu kepadanya adalah Allah dan sesungguhnya jika Allah menghendaki maka tentulah keadaannya seperti orang-orang yang bodoh.

Engkau dapati orang itu adalah orang yang telah Allah beri ilmu, namun orang lain tidak mengambil manfaat dengan ilmunya, baik pengajaran, pembinaan, maupun penulisan kitab, namun ilmunya itu hanya untuk dirinya sendiri. Allah tidak memberikan keberkahan ilmu kepadanya. Ini tidak diragukan lagi adalah keterhalangan yang besar. Padahal dari apa yang Allah berikan kepada diri seorang, ilmu adalah seseuatu yang paling diberkahi.

Sebab jika ilmu itu engkau ajarkan dan engkau sebarkan kepada orang lain, maka engkau akan mendapatkan ganjaran pahala.

__________________

Maroji’ :

  1. Kitabul ‘Ilmi Karya Syaikh ‘Utsaimin, edisi Indonesia Tuntunan Ulama Salaf dalam Menuntut Ilmu Syar’i penerbit Pustaka Sumayyah.
About these ads

One Comment to “Pengertian Kata “Barokah””

  1. Makasih informasinya, izin share :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: